Jumat, 15 Januari 2016

arti surat yaa siin




1. Yaa siin[1263]
2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
4. (yang berada) diatas jalan yang lurus,
5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
7. Sesungguhnya telah pasti Berlaku Perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, Maka karena itu mereka tertengadah.
9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
10. Sama saja bagi mereka Apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan[1264] dan yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah walaupun Dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, Yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, Maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya Kami adalah orang-orang di utus kepadamu".
15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti Kami dan Allah yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".
16. Mereka berkata: "Tuhan Kami mengetahui bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang yang diutus kepada kamu".
17. Dan kewajiban Kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".
18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami bernasib malang karena kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya Kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".
19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".
20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".
21. Ikutilah orang yang tiada minta Balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
22. Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain nya jika (Allah) yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.
26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke syurga"[1265]. ia berkata: "Alangkah baiknya Sekiranya kamumku mengetahui.
27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku Termasuk orang-orang yang dimuliakan".
28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah Dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang Rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka[1266].
32. Dan Setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada kami.
33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.
34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
35. Supaya mereka dapat Makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur?
36. Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
38. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua[1267].
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
42. Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu[1268].
43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, Maka Tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44. Tetapi (kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
46. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
47. Dan apabila dikatakakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu", Maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah Kami akan memberi Makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".
48. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?".
49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja[1269] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
50. Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
51. Dan ditiuplah sangkalala[1270], Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
52. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari tempat-tidur Kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, Maka tiba- tiba mereka semua dikumpulkan kepada kami.
54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
55. Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
56. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
57. Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
58. (kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai Ucapan selamat dari Tuhan yang Maha Penyayang.
59. Dan (Dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, Hai orang-orang yang berbuat jahat.
60. Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
61. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka Apakah kamu tidak memikirkan ?.
63. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
66. Dan Jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).
67. Dan Jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; Maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
68. Dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya)[1271]. Maka Apakah mereka tidak memikirkan?
69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
70. Supaya Dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
71. Dan Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
72. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.
73. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur?
74. Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.
75. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; Padahal berhala- berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
76. Maka janganlah Ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
77. Dan Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
78. Dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.
80. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu".
81. Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? benar, Dia berkuasa. dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha mengetahui.
82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia.
83. Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

[1263] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
[1264] Maksudnya peringatan yang diberikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. hanyalah berguna bagi orang yang mau mengikutinya.
[1265] Menurut riwayat, laki-laki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia mengucapkan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya sebagaimana tersebut dalam ayat 20 s/d 25. ketika Dia akan meninggal. Malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan Dia akan masuk syurga.
[1266] Maksudnya mereka itu tidak kembali kedunia.
[1267] Maksudnya: bulan-bulan itu pada Awal bulan, kecil berbentuk sabit, kemudian sesudah menempati manzilah-manzilah, Dia menjadi purnama, kemudian pada manzilah terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.
[1268] Maksudnya : binatang-binatang tunggangan, dan alat-alat pengangkutan umumnya.
[1269] Maksudnya: suara tiupan sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini.
[1270] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur.
[1271] Maksudnya: kembali menjadi lemah dan kurang akal.

Kamis, 14 Januari 2016

contoh MAKALAH teknik gambar tanda pengerjaan,mur dan baut,bagian susunan dan bentasan



Matakuliah : TEKNIK GAMBAR
Dosen pengampuh : yanti sp,d MT








TUGAS TEKNIK GAMBAR





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSxPYVIvPdi8v_CcniaEMcdN5aTBdtG6qRI28pDieN2eumkwU7GGms-Qryv5DB6HfWhyphenhyphenA02c8wpWJXgDYp02h707WeomCHPqGtgIaTWC2TSj88V9NCHa-vymvv8fuRzpGeAg-b7U1zmGw/s1600/aa.jpg





Disusunoleh :

IRDAM……….1520521009
                           




FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN 1

2015




                                                      DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata pengantar
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1         Latar belakang.......................................................1
1.2        Rumusan Masalah ................................................2
1.3   Tujuan.....................................................................3
BAB 2 PEMBAHASAN
A.Tanda Pengerjaan………………………………………………..4
B.Gambar Mur dan Baut…………………………………………..5
C.Gambar bagian,susunan dan bentasan…………………..6
BAB 3 PENUTUP
            KESIMPULAN DAN SARAN....................................7
            DAFTAR PUSTAKA...............................................!!!

























                                               KATA PENGANTAR

  Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH Swt. Karena atas karunia dan rahmat-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.
  Dan kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan ,untuk itu kami mangharapkan saran dan kritik dari pembaca dan pembibing demi perbaikan dan kemaslahatan makalah ini.
  Semoga malakah ini bermanfaat guna memanamkan nilia-nilai pendidikan dan pengetahuan,Dengan harapan menjadi generasi yang berilmu dan berprestasi Amin///







MAKASSAR 31 oktober 2015-11-01


    Penulis:














                                          BAB 1  LATAR BELAKANG
1.1 RUMUAN MASALAH
a.apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan pekerjaan
b.gambar-gambar mur dan baut
c.pengertian bagian,susunan dan bentasan






















1.2 TUJUAN
a,dapat  memahami isi dari materi
b.dapat mengetahui definisi-definisi materi
c.dapat diambilkan contoh dan pembelajaran pada isi materi























                                                   BAB2 PEMBAHASAN

A.Tanda Kekasaran Permukaan dan Tanda Pengerjaan
Konfigurasi permukaan yang mencakup antara lain kekasaran permukaan dan arah bekas pengerjaan (tekstur), memegang peranan penting dalam perencanaan suatu elemen mesin, yaitu yang berhubungan dengan gesekan, keausan, pelumasan, tahanan kelelahan, kerekatan suaian, dan sebagainya. Konfigurasi permukaan yang diminta perencana harus dinyatakan dalam gambar, menurut cara-cara yang sesuai dengan standar. Kekasaran permukaan adalah penyimpangan rata-rata aritmetik dari garis rata-rata profil, yang selanjutnya disebut nilai kekasaran (Ra).
Nilai kekasaran rata-rata aritmetik telah diklasifikasikan oleh ISO menjadi 12 tingkat kekasaran, dari mulai N1 sampai dengan N12. Untuk penunjukan pada gambar mengenai spesifikasi kekasaran ini dapat dituliskan langsung nilai Ra-nya, atau tingkat kekasarannya.

                                      Tabel 1. Nilai Kekasaran dan Tingkat Kekasaran
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzx19hiOAeVGEgH8G3Hx3Nw915og5C8NIsgxoP3MiiiOgRNxmzIpSL9HoTaeive_DcEMYyMuPa9dUpXIUXjENzuPWVdVPK34GlN7l5ACK4S5CGf-kylMhxukSwMw3ut9EuxCOPugxR8GM/s320/1.jpg
B.    Memilih Nilai Kekasaran Permukaan
Nilai kekasaran permukaan suatu elemen ditentukan menurut fungsinya, sedangkan untuk mencapainya bergantung pada kemampuan proses pengerjaan manual atau pemesinan di tempat produksi. Pilihlah nilai kekasaran sekasar mungkin, sehalus yang diperlukan. Makin halus permukaan yang diminta, semakin mahal biaya pengerjaannya.

C.    Penunjukan Nilai Kekasaran dan Arah Bekas Pengerjaan
1.         Simbol Dasar Penunjukan
Simbol dasar (Gambar 1a) terdiri atas dua garis yang membentuk sudut 60° dengan garis yang tidak sama panjang. Garis sisi kiri minimal 4 mm dan garis sisi kanan dua kali garis sisi kiri. Ketebalan garis disesuaikan dengan besarnya gambar, biasanya diambil tebal garis 0,35 mm.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin0UoUP91CC4ZVTbHQgVS2KG8MmCsZ14xqNFF8eoLi1l_PyNY7fPGBX2e50kVp6AHaXFXUmaQKaVfs_JWSIW_gK4F9aA3wZpejrCA6Axz4LjM79ppm_0n56zGbYwRhZmQIy23-adpDGEQ/s320/2.jpg

                                 Gambar 1. Simbol Kekasaran Permukaan
Apabila pengerjaan pada permukaan menggunakan mesin, simbol dasarnya ditambah garis sehingga membentuk segitiga sama sisi (Gambar 1b). Sementara itu, simbol menurut Gambar 1c digunakan untuk menunjukkan bahwa kekasaran permukaan dicapai tanpa membuang bahan.

2.         Simbol dengan Tambahan Nilai Kekasaran dan Perintah Pengerjaan
Pengertian simbol yang disertai nilai kekasaran ditunjukkan pada Tabel 5, sedangkan Tabel 6 menjelaskan pengertian simbol yang disertai perintah pengerjaan

Tabel 2. Simbol dengan Tambahan Kekasaran
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeQxKPNglH26ZfD8gGjS6G6P08pjbuib7KQe3YGGD8ptlBLI16s1fpPjp03Lk2zWQl4fLx-D1iWIpJPVv0ONcufgGhWK96tC4JO7TWmsan-nafAmNDl0t0x4bcASQ3MIERx5oNZ9lVxzM/s400/3.jpg


Tabel 6. Simbol dengan Tambahan Perintah Pengerjaan
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKyaXsgMY6BZl1pdnViABMwt0f-TSlCTRHBk7PkApjK8rwXJlFPnJ3hZd5EHUkYd6R460p8luOfvosu8BuqlA768j-nuUMG_4i17MVBNK5bQcUoPYtgkp5VD64dwfmeADqH5xtEyoUuSI/s400/4.jpg



      Tanda pengerjaan pada umumnya dibuat seperti gambar  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2CaufGbmzy6sdGJG7nosAPQEfQfqj7sdbt4pUqDUDzUFMeW9RhPSi72axpKD_vjI3ynLp5Prs3hqstRhHv0A_Axg0Z9DwkRj9cwyiUmhYU-ALJMrQPL16z5wHrTETGsE1ekttdU4dVQs/s400/5.jpg
 
3.         Simbol Arah Bekas Pengerjaan (Tanda Pengerjaan)
Arah bekas pengerjaan dapat dituliskan dengan simbol seperti yang ditunjukkan pada Tabel 7. Maksud dari penunjukan arah bekas pengerjaan ini adalah untuk memastikan segi fungsional permukaan yang bersangkutan, misalnya mengurangi gesekan, wujud tekstur yang menarik, dan sebagainya.

Tabel 7. Simbol Arah Bekas Pengerjaan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyFq4M9IjaxYCiIbdggIBxiq59MQfcmMrrqaaGQWxKie0ncWgH5alkU7ziNZMGhdv-xiD2Z3O9g0ZlZ0XV0O_NRUoTC9KdAdBfM3lxg5Mh3ymm164RILGMS7Cc8PJTc1V7V7A41Ra1n3I/s400/6.jpg 

 Contoh penggunaan pada gambar: 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMN-qorGp-VGTCpoBI0UBXT0vPdlerrWa-O1azftzd0m0vkXeWIffbBXbqBS2tCJCK8c8a5ZkF_MXYc_AXcG4kOOUg3fDIiBSV22PSlgYCPPyo2BfLypweQb048G34RA-HqAPmJPhe840/s320/7.jpg 
Gambar 3. Contoh Penunjukan Simbol dan Huruf pada Gambar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXQOHUPFHklPCH0h1V3T0nZYRkq_9YTMbJQZv6FLF9jEySG7B9YhMsfucI68w2x8F4qHRmGaYuMOIfad3BFMM015dEXbvje9wQ0MCrXH3-dsrZ8R3WMyW1lX4UQHWp7FAHcH_vtx9027I/s400/8.jpg

Gambar 4. Bagian dongkrak ulir yang dilengkapi tanda kekasaran


MUR DAN BAUT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjycbfOxzpusB6PTWeBPu_XnWGBU8UeC8EF84B_L2sbzEY_76vnwOI7qYSaiGl18q132gcssjvye9eCuuThN6cuZWwLV_9fDsZu5eGRqh-Sw8CwyI5CWDa2A5FVEhdER8W1rGT5HV7WbM9D/s400/Gambar+1.jpg

Gambar 1. Mur dan Baut


4.    Mur dan Baut
Baut dan mur digunakan untuk mengencangkan part-part di berbagai macam area kendaraan. Terdapat berbagai macam tipe baut dan mur tergantung pada penggunaannya. Adalah penting untuk mengetahuinya agar dapat melakukan perawatan dengan benar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1Ro3PvLo3oXDr1-PK2Rx74Jb2UdTiovsNQoKnqGx0ndf2hf1N33PtyOthuoksU5QzG0rhVk7RMfT70VIB-AmgSbgrr725aSQa1bxmeZzWshJ_zP_s8F8lkn3Bg9JQOPQemOXM_ZGN6SiJ/s640/Gambar+2.jpg

Gambar 2. Tipe Mur dan Baut
B.     Nama Baut
Baut memiliki nama-nama yang berbeda untuk mengidentifikasikan ukuran dan kekuatannya. Baut-baut yang digunakan pada kendaraan dipilih menurut kekuatan dan ukurannya yang dibutuhkan oleh masing-masing area tersebut. Oleh karena itu, mengetahui nama-nama baut adalah salah satu dasar pelaksanaan perawatan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKoq_eIl0F6ec7YfL2TjhlG05f_Le8773ruhVI4ljQDa2GRbbHG2L7kS-Byqn76OGnpNh7ZC4LcHGLwMCA3erH6NXdlOl_vHOB-YxA8vqTlkduUEzi_-WTL6JjKK7cNsTbR26U4IssY7XL/s400/Gambar+4.jpg
Gambar 3. Nama Baut
Contoh:M 8 x 1.25-4T
M =  Tipe alur
“M” kependekan dari alur metrik tipe-tipe lain alur adalah “S” untuk alur kecil, dan “UNC” untuk alur kasar yang disatukan.
8 =  diameter luar baut
1.25 = tinggi alur (mm)
4T = kekuatan
Nomor menunjukkan 1/10 dari daya rentang minimum dalam unit of kgf/mm2, dan huruf adalah kependekan dari “daya rentang”. Kekuatan distempelkan pada baut kepala.
C.  Spesifikasi Pengerasan Baut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOrJsPjKlR_FTx-8X3QWamjgKGcQyDIkvDJ8Eby2YfETBTYMfpT3dQlE7ZMXfKtOdjJFEr1Adru3BCBG_6ij1hVyIP8rJ-UoRUGjBdoIhAcI9jdePB5rACDt4evvgyUT1sl60deeI1YzLY/s400/Gambar+3a.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoULdjt0mzdIGcYzJ-xcG-p-nCT-kk1uEMziOSWvdRBl2G84V1jZV72e6KZ_rewyJxnoksaczLrTelcJRfAYbto1FPbqOkJBhu0btl9liB_mfJGtFNnq-ZkpMwvcFrZSfwjrMNRDwkU4Ue/s640/Gambar+3b.jpg
Gambar 4. Tabel Spesifikasi Pengerasan Baut

D.  Metode Pengencangan Baut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcdsVjzrhEduLDlAXfNwvWjU9Qr3PegKNv9R2-PjZUiMRPSacj5dM6gjnjzQ5t5D-2O67rR-Tk6qp_FEYpRHUM4K48YnBAtKWgNOgnM5SCGYkVamn07zwlFkwXQI7oKZLTiNMOX94iP4Q/s320/Gambar+5.gif
Gambar 5. Metode Pengencangan Baut
Baut-baut dikencangkan dengan kunci momen ke momen spesifikasi yang tertera pada buku pedoman reparasi.
 Adapun metode pengencangan yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Gunakan kunci momen, kencangkan sebuah baut atau mur ke 15 Nm (150 kgf cm)
2. Gunakan kunci boxe end (offset), kencangkan kembali dengan cara yang serupa.

E.  Tipe-Tipe Baut
  1. Baut Kepala Heksagonal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRToSTz2VPmxpOUYt3LEkLgQzF0QmnNhGatVLs_6FOeLAR3hg8mLi7V-cCdk2x1JFd78-0kpYoiSZGhRerZFeHOUSzxqUfGK1a5ppMMur4StziJeIAmgZMc0lmCPKCjSJLTdJrJoWJFjSu/s1600/Gambar+6.jpg
Gambar 6. Baut Kepala Heksagonal
Baut kepala heksagonal adalah tipe baut paling umum.beberapa diantaranya memiliki flange dan washer dibawah kepala baut.
a.       Tipe Flange
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2RRHh0Yfx4IIqz1VRpIqlGWyYyL8kZ_VXZa_tFHVGpOFg-1RPDNx5aGMS16akeeg7UlMQfTzdJc7NEJAef7ShqJ8dUD-ASc30xSFOap41TTJhPS67BIqF3CziqVMiPR-_cuUjI-fDiGM/s320/Gambar+6a.jpg
Gambar 6.a. Baut Kepala Heksagonal Tipe Flange
Bagian kepala baut yang mengalami kontak dengan part memiliki permukaan yang lebar untuk meredam tekanan kontak yang digunakan kembali oleh kepala baut pada part. Oleh karena itu, ia lebih efektif dalam meminimalkan kemungkinan merusak part.
b.      Tipe Washer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzv4TWlWZD3rsw4xvxGn6DlLBrNLB8nqZ17AqJixrK9jekuydEPHeR6XR-9pkd-FY6CFUPpcfnnkzljpNOnI659qOahop_JeBbumhyphenhyphenA2b-9107KYNtkDzR76Y3vBpcXwbajl5hUXEmjZxn/s1600/Gambar+6b.jpg
Gambar 6.b. Baut Kepala Heksagonal Tipe Washer
Keefektifannya serupa dengan tipe flange. Ia juga efektif saat digunakan untuk mengencangkan part yang memiliki lubang dengan diameter yang lebih lebar daripada kepala baut. Tipe ini menggunakan washer pegas diantara kepala baut dan washer untuk meminimalkan pengendoran baut.
  1. Baut U
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXasV-8I8Ils2PXUjwT-u4r068mhyphenhyphenG9pb0qGHCZT28pTRTPUop-AgacOaV4dNMKDFotHn66x24mvovYM7H_nCr20zwTPyAzAfdO-O-Vrz6eM03sIF8e_GiMpW0qczYXCTgx1RZ17Xf5vhQ/s1600/Gambar+7.jpg
Gambar 7. Baut U
Baut-baut ini digunakan untuk menyambungkan pegas-pegas daun pada axle. Mereka disebut “Baut-U” karena bentuknya menyerupai huruf “U”.
  1. Baut Tanam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9DIJtXTMuVWGs_T1GzBAuo08vuykf3MQjmKY94kcDn5bJQHYMU9tjqZjMTvop8PBLCrU9IczJnAy-c8hqWdDd9Z9fezeuIAAyBNOzKfUXvCwo8tVvKx5qF_45Sx8SJhWXxd87UT01qfBw/s1600/Gambar+8.jpg
Gambar 8. Baut Tanam
Baut-baut ini digunakan untuk mencari part pada part lain atau untuk memudahkan perakitannya.

F.  Metode untuk Melepas dan Mengganti Baut Tanam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNLO9iPujIgEpubqH2RKzjzjV9r1Yel8782J5bQNYXzYVVxkiZOag0Hm1JKjeCLizB28A_vj-WYUzt4KiiIUH-rENCAlhx4MqT_Xu1QgfjLYIgPZrw2i6GMc7QKfPQ9AC1FvbVl55d5zNJ/s320/Gambar+9.jpg
Gambar 9. Metode Melepas dan Mengganti Baut Tanam
Untuk mengencangkan baut tanam, pasang dua mur pada baut tanam dan kencangkan bersama-sama. Lalu putar untuk mengencangkan atau mengendorkan baut tanam. Teknik ini disebut sebagai “mur ganda”.
Dengan teknik ini, pengencangan dan penguncian ke dua mur terhadap satu dan yang lainnya memungkinkan mur untuk melaksanakan fungsi kepala baut dari baut biasa. Adapun metodenya adalah sebagai berikut:
  1. Untuk memasang baut tanam, putar bagian atas mur ke arah pengencangan.
  2. Untuk melepas baut tanam, putar bagian dasar mur ke arah pengendoran.

G.  Baut Plastic Region
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5B4FumKezN56yKKgcotnhaAMbuImRaKQClx5zgRIeMbvXmBebOTLpQjp7AgUOykzpNik1FCBOxTXo-4_b6tzvxLZgY4vujRzWI8h_K9i2rIAojS8R4PbqQUMfy81cNDkYwBuMe0PpZIVL/s320/Gambar+10.jpg
Gambar 10. Baut Plastic Region
Baut-baut plastic region, yang menawarkan stabilitas dan tegangan axial yang tinggi, digunakan sebagai baut kepala silinder dan baut-baut tutup bantalan pada beberapa mesin.Kepala baut memiliki dan luar dodecagon (dalam dan luar).

H.    Ketentuan Penggunaan kembali Baut Plastic Region
Baut plastic region mengubah dirinya sendiri menggunakan tenaga poros. Terdapat dua metode untuk menentukan penggunaan kembali baut plastic region, yaitu:
1.Ukur Penyempitan Baut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAbbSfuWT1LmzdYV_PX3A6GALcAZYl1dHL3j-pjoI7nMLvaA2CYgYD3Ds7E9Z7GuNWdsf7FT_nDBnmgKnGa3Cf5lKEMY_f9-7BRnnSS_ZWGLki0fgNg0HufMtL4Ui6Hi2XNzt_MzBOMvRV/s320/Gambar+11A.jpg
 Gambar 11.a. Pengukuran Penyempitan Baut Plastic Region
2.Ukur Perpanjangan Baut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhESo7h0J6s1hyR5fiHkumK7xuuLyKKPdaS3gF633k0WHn2i2werMJMye1vAhBgvN-q8juRLbgjVLFIeUyJZV1EiJliWBJN60n5i1GGtJQ7lFAI7Aw7GplcbT4P3YBCMq6LU5qMO_heFzof/s320/Gambar+11B.jpg
Gambar 11.b. Pengukuran Perpanjangan Baut Plastic Region

I.       Metode untuk Mengencangkan Baut-Baut Plastic Region
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZCx5tCPZ1dmWt7tGxY8MUBpTx8Kh2EYPQDYsAgm2ihcepR4MZM5nxlai7UgLXXTBHDHKbfI1b-1g8XDjj66JuJz7HTeKv-582AWiA-6NjE45XFiJAb8oaDaWQxX5_kQp7ywPbStyk0ykL/s320/Gambar+12.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizJ7k6nrEB0M3Iu8KCw7iaa8VJWXk06eiU4OxNdOWuSs6Fp2q9WAqsCe3jx-A7BsVdNvS9A7DeX7IbyIAEdRd3IfeAlFAI3miL01vRaqXnp5zdZESOp9gMGjjSaPJCCTXM4BIOYt9aknFi/s400/Gambar+12a.jpg
Gambar 12. Metode Pengencangan Baut Plastik Region
Metode untuk mengencangkan baut plastic region berbeda dari dari pengencangan baut biasa. Cara mengencangkan baut plastic region adalah sebagai berikut:
  1. Kencangkan baut plastic region dengan menggunakan momen yang telah ditentukan.
  2. Letakkan tanda cat pada bagian atas baut.
  3. Kencangkan mengikuti petunjuk di buku pedoman reparasi.
Untuk mengencangkan baut plastic region adalah perlu untuk mengikuti petunjuk pada buku pedoman reparasi karena terdapat dua tipe metode pengencangan untuk baut-baut plastic region.
1. Metode dimana baut pertama-tama dikencangkan ke momen spesifikasi, dan hanya  tambahkan 90 derajat.
2. Metode dimana baut pertama-tama dikencangkan ke momen spesifikasi, dan kemudian tambahkan dua pergerakan sebesar masing-masing 90 derajat, dengan total pengencangan sebesar 180 derajat.
Cara pengencangan berdasarkan metode pengencangan baut plastic region, yaitu kencangkan baut melampaui bagian elastis, dimana menaikkan bagian pada tegangan axial dan sudut putaran baut.Lalu, klemkan pada plastic region, dimana hanya sudut putaran baut saja yang berubah dan teganga axial baut tetap tidak berubah. Metode pengencangan ini menurunkan ketidakmerataan tegangan axial pada sudut putaran baut, dan meningkatkan tegangan axial yang stabil.

J.   Tipe-Tipe Mur
  1. Mur Heksagonal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVmDs-zxKP1SQzQThPv5xETPp-fEPLVuXD7da97L6WX5VYxlMreoX6yzvJXesV5iWvKLOowCae_CYS4hyphenhyphenpjO-6nCnfIdUf3PXFzfI8KnCBjA3QEB2rgfor3mcQ3vBa6W4ERHR_4_rSi0x9/s200/Gambar+13a1.JPG
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgDFLdP0N5jDf8BlwvkN8UIjZI7jhhnkKkQVr4MJ-FFeUaOr1Lelrrqxx95VXUA9tJHAUNADQiD0XMlqNQHMi9RM9SWccKFH7EoVHGzaL0E1qwr1uoS9jap8R_aX4Ea9ccYr4c3t0S3Fnq/s200/Gambar+13a.JPG
Gambar 13.a. Mur Heksagonal
Mur tipe ini adalah yang paling umum digunakan. Beberapa diantaranya memiliki flange dibawah mur.





  1. Mur Bertutup
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDdRc13Sm3REo-W6dFaoPkooMcLIw8FMo1oIX2LHfzV64fh14jeUpFSpss-7_skxApGC4fynxzxmrUNVeFRjw5saiQINTj7hoTm7f3a5k5n8Vv8d9VP1OM-AXv3JFTKW4jOSnZ4vlyNgaT/s640/Gambar+13b.JPG
Gambar 13.b. Mur Bertutup
Mur-mur ini digunakan sebagai mur-mur hub roda alumunium dan memiliki tutup ynag menutup alur-alurnya. Mur-mur ini digunakan untuk mencegah agar ujung-ujung baut tidak berkarat atau untuk tujuan estetika.
  1. Castle Nut (Mur Bergalur)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH2gkcbAz2jd5l4bjo0yrIKQ9afqy5rYQSiuaijHfVjd5s_dP4VO-vWCSJvHtAcIBdqlSxnFxeCStx9wv9wkDo0ZRxhj4tSz90NPz6t4V-4cihhV3NxOZcmcmQN9wwKLPf1pgSA_xns9xk/s640/Gambar+13c.JPG
Gambar 13.c. Mur Bergalur
Mur-mur ini memiliki galur silinder bergalur. Untuk mencegah agar mur tidak berputar dan menjadi kendor, sebuah cotter pin dimasukkan ke dalam galur. Mur-mur ini digunakan pada berbagai macam persambungan, seperti pada sistem kemudi
Bagia,susunan dan bentasan
Tujuan
Setelah mempelajari bahan dalam bab ini, seharusnya Anda dapat:
1.  Memerinci gambar bagian pada suatu gambar lengkap.
2.  Menyusun gambar lengkap dari suatu gambar kerja.
3.  Memisahkan gambar susunan dalam gambar bagian.
4.  Mendesain gambar bentangan benda dan benda yang dipotong.

11.1 Gambar Bagian
Ada dua cara yang umum dipergunakan untuk menampilkan gambar kerja dalam kertas gambar. Cara yang pertama adalah bila mesin atau alat yang akan dibuat mempunyai bagian yang banyak, maka gambar bagian-bagian digambar dalam beberapa lembar kertas, dan gambar susunan digambar di kertas lainnya, sedangkan cara yang ke dua adalah bila alat atau mesin hanya mempunyai sedikit bagian, maka baik gambar bagian maupun susunan digambar dalam satu kertas dengan ukuran besar. Untuk menjabarkan gambar susunan  maka diperlukan gambar bagian (detail), yaitu suatu gambar yang memperlihatkan komponen atau bagian dari susunan yang berdiri sendiri. Gambar bagian ini diletakan pada sebelah kanan dan sebelah bawah pada kertas gambar. Bagian-bagiannya diperinci digambarkan dalam kedudukan seperti yang terdapat  dalam susunan dengan memberikan                                                                                      
pandangan dan potongan yang lengkap dari bentuk dan ukuran benda yang dikerjakan. Untuk itu itu pandangan yang ada harus cukup, sehingga jelas dan mudah dimengerti. Penempatan pandangan pada gambar  bagian diusahakan jangan saling mengganggu, karena letaknya terlalu dekat, namun demikian penggambarannya harus dibuat dalam kedudukan yang ditentukkan oleh pengerjaan utama, sewaktu benda diproses. Berkaitan  dengan gambar bagian ini, maka beberapa pedoman prosedur membuat gambar detail diantaranya adalah sebagai berikut: (a) Pilihlah pandangan dengan mengingat bahwa selain pandangan yang memperlihatkan bentuk karateristik obyek, hendaknya ada pandangan tambahan sebagaimana yang diperlukan untuk melengkapi uraian bentuk. Pandangan ini dapat berupa gambar potongan yang memperlihatkan bagian dalam atau pandangan bantu yang dalam pandangan utama tidak diuraikan sepenuhnya.
(b) Penempatan gambar bagian tidak berdesakan, seimbang untuk semua pandangan, ukuran serta catatan.

11.2 Gambar Susunan
Untuk mendapat gambaran benda kerja yang akan dibuat diperlukan gambar susunan (gabungan), yaitu suatu  gambar yang memperlihatkan gambar lengkap dari sebuah mesin, yang ditandai dengan kedudukan relatif bermacam-macam komponen yang menjadi satu gabungan. Gambar ini diletakkan di sebelah sudut kiri atas dan digambar dalam potongan agar jelas letak bagian-bagiannya. Gambar susunan ini hanya merupakan sesuatu yang bersifat umum tidak perlu terperinci, namun harus lengkap dimana seluruh bagian tampak seluruhnya, sehingga yang penting dalam gambar susunan ini adalah bagaimana memperlihatkan lokasi tiap-tiap bagian itu harus dipasang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, jadi horisontal untuk bagian-bagian mesin yang rebah, dan vertikal untuk yang tegak. Karena hanya memuat hal-hal yang penting saja, maka hanya ukuran-ukuran utama yang dicantumkan dalam gambar susunan. Nomor-                                  
nomor bagian ditulis dalam label bagian, dengan nomor yang berurutan dari yang kecil ke yang besar, dari bawah ke atas.  
11.3 Gambar Bentangan
Sebuah gambar bentangan (bukaan) adalah suatu pola yang dibentuk dari permukaan bidang tiga dimensi yang  permukaannya dibentangkan. Gambar bukaan digunakan terutama untuk pekerjaan yang bahan dasarnya terbuat dari plat, seng atau bahan-bahan lain yang  bentuknya tipis. Untuk membuat benda seperti: kotak logam, kaleng seng,  cerobong, cetakan kue, pipa pembakar, bengkokan pipa air, pipa saluran, dan talang adalah memerlukan gambar bukaan yang selanjutnya dilipat, dibentuk atau digulung untuk penyelesaian akhirnya. Agar mendapatkan bentuk benda yang diingini gambar bukaan harus dibuat dengan tepat sesuai dengan yang  akan dibuat. Untuk itu bentangan permukaan hendaknya digambar dengan muka dalam menengadah dan ini akan terjadi apabila permukaan dibuka gulungannya (unrolled) atau dibuka lipatannya (unfold). Beberapa gambar bukaan  benda yang permukaannya dibuka gulungannya dan dibuka lipatannya adalah seperti terlihat pada Gambar 47 di bawah ini. 


Gambar 47. Gambar Bukaan Beberapa Permukaan Benda

Gambar bentangan berguna untuk memberikan informasi yang perlu dalam membuat sebuah pola dalam rangka untuk memudahkan memotong bentuk yang diingini dan mengetahui kebutuhan  bahan yang diperlukan dari lembaran bahan yang tersedia. Untuk itu ketepatan ukuran gambar bukaan adalah merupakan sesuatu yang penting dalam rangka untuk membentuk benda yang diingini, sehingga apabila akan membuat prisma segi enam, maka panjang  segi empat gambar bukaannya sama dengan keliling dari segi enam,  lebar segi empat sama dengan tinggi prisma, dan tutupnya adalah sama dengan tutup dari prisma. Pelaksanaan pembuatannya dilakukan dengan cara menggambar permukaan secara berturut-turut dengan ukuran penuh dan bersambungan antara rusuk yang satu dengan yang lainnya.
Gambar 48. Menunjukkan suatu prisma yang dipotong miring menurut bidang CP. Untuk menggambar bentangan dari prisma tersebut dapat dibayangkan bahwa prisma dibuka dari  garis C1. Selanjutnya buat garis mendatar dimana panjangnya sama dengan kelililing dari segi enam prisma tersebut. Empat persegi panjang tersebut dibagi dalam enam bagian yang sama besar. Ukurkan tiap-tiap garis tinggi pada prisma setelah itu pindahkan ke dalam segi empat. 


Gambar 48. Bentangan prisma segi enam dipotong miring
Gambar 49. Menunjukkan sebuah  tabung yang dipotong miring 300
Untuk membuka tabung lingkaran dibagi  dalam 12 bagian yang sama besar. Kemudian dibuka menjadi 12 ke arah  memanjang. Buat garis bantu dengan menghubungkan titik-titik pada lingkaran ke pandangan depannya, kemudian dibuat garis bantu ke arah samping yang telah dibagi 12. Hubungkan titik-titik pertemuan yang ada, sehingga didapatkan gambar bagian b. 


Gambar 48. Bentangan tabung yang dipotong miring
Bentangan dari benda-benda yang lebih rumit, seperti: corong, ember, talang, ceret, dan sebagainya dapat dibuat dengan menggabungkan bentangan-bentangan yang sederhana, sehingga menjadi bentuk  yang diinginkan. Dengan                                                                                   
latihan dan uji coba yang terus menerus akan didapatkan kemampuan untuk membuat bentangan-bentangan yang lebih rumit.

.










                                              BAB 3.PENUTUP
KRITIK DAN:
SARAN            :